Selasa, 22 Maret 2016

AKUNTANSI INTERNASIONAL-KASUS 2.1

AKUNTANSI INTERNASIONAL-KASUS 2.1

APAKAH KLASIFIKASI AKUNTANSI TELAH KETINGGALAN ZAMAN?
1. Apakah anda setuju dengan pendapat yang dikemukan Cairn bahwa klasifikasi akuntansi terlalu sederhana dan kurang relevan dalam dunia saat ini? Apakah usaha-usaha untuk mengklasifikasi akuntansi tidak bermanfaat dan ketinggalan zaman? Mengapa dan mengapa tidak?
Jawab:
Saya kurang setuju dengan pendapat Cairn, karena menurut saya mengklasifikasi akuntansi sangat bermanfaat bagi perkembangan akuntansi khususnya akuntansi internasional, apalagi di era yang sudah maju ini semua yang menyangkut dengan kegiatan akuntansi sangat diperlukan terutama untuk perusahaan-perusahaan yang sudah go Publik. Selain itu akuntansi juga sangat berguna sebagai alat atau informasi bagi pihak ekstern dan para pengambil keputusan. Klasifikasi akuntansi diperlukan untuk melakukan deskripsi, analisa, dan prediksi terhadap perkembangan sistem akuntansi.  Tujuan klasifikasi adalah mengetahui sejauh mana suatu sistem mempunyai kesamaan dan perbedaan.  Membandingkan perkembangan sistem akuntansi suatu negara dengan negara lain dan mengetahui alasan mengapa suatu sistem mempunyai pengaruh dominan dibandingkan dengan yang lain. Membantu pengambilan keputusan menilai prospek dan masalah dalam akuntansi internasional.
2. Beberapa pengamat berpendapat bahwa pelaporan keuangan menjadi semakin mirip dengan dikalangan perusahaan “kelas dunia” – perusahan-perusahaan multinasional terbesar didunia -dan khususnya yang mencatatkan sahamnya dibursa efek utama seperti London, New York, Tokyo. Apakah relevansinya pendapat ini terhadap klasifikasi akuntansi dan apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini?
Jawab:
Menurut saya perusahaan-perusahaan multinasional saat ini sudah menyesuaikan laporan keuangan mereka sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi internasional. Dan hal itu memang harus  dilakukan karna akuntansi sebuah perusahaan yang baik adalah yang dapat menyesuaikan dengan  perkembangan akuntansi internasional. Dengan penyesuaian prinsip prinsip yang baru, maka laporan  keuangan yang baik dapat dijadikan sebagai sarana informasi bagi para akuntan diseluruh dunia  apalagi bagi perusahaan yang go publik. Jadi pelaporan keuangan harus dibedakan antara tingkat domestik dengan tingkat internasional. Faktor yang menyebabkan adalah kemajuan teknologi yang memungkinkan akses ke informasi.

Akuntansi Internasional Bab 3

Akuntansi internasional bab 3


 AKUNTANSI KOMPARATIF: EROPA AKUNTANSI INTERNASIONAL
 Standar akuntansi adalah regulasi atas aturan (termasuk pula hokum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusunan laporan keuangan.
 Penetapan Standar adalah proses penurunan atau formulasi standar akuntansi.
 Perusahaan bisa dengan sukarela melaporkan lebih banyak informasi dari pada yang diharuskan.
 Beberapa negara mengizinkan perusahaan untuk keluar jalur standard akuntansi jika hal tersebut bisa menggambarkan hasil operasi dan posisi keuangan dengan lebih baik.

Susunan standard akuntansi menggabungkan 2 kombinasi:
 Sektor swasta : profesi akuntansi dan kelompok lain ( pengguna dan penyusun laporan keuangan)
 Sektor umum: perwakilan seperti petugas pajak, perwakilan pemerintah yang bertanggung jawab atas hukum komersial dan komisi keamanan.

Akuntansi komparatif Eropa berfokus pada lima negara Uni Eropa (EU) yang terdiri :
  • Repblik Ceko : Undang-undang dan praktik akuntansi Republik Ceko lebih menyesuaikan dengan standar Barat yang menggambarkan prinsip-prinsip yang ditanamkan dalamEuropean Union Directives. 
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Akuntansi di Republik Ceko telah berubah arah selama beberapa kali pada abad ke-20, yang mencerminkan sejarah politiknya. Praktik dan prinsip akuntansi mencerminkan praktik dan prinsip akuntansi yang dianut Negara-negara Eropa yang berbahasa Jerman hingga akhir Perang Dunia II. Kemudian, karena perekonomian terencana oleh pusat sedang dibangun, praktik akuntansi didasarkan pada model Soviet.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri dari : Neraca, Akun laba dan rugi (laporan laba rugi) dan Catatan. Laporan keuangan disetujui dalam rapat tahunan pemegang saham. Perusahaan yang sahamnya tercatat juga diharuskan untuk menyajikan laporan keuangan per kuartal.perusahaan-perusahaan Di Ceko juga memiliki opsi untuk menggunakan IAS/ IFRS atau standar akuntansi Ceko pada saat menyusun laporan keuangan konsolidasi. Namun demikian, perusahaan yang tercatat dalam Pasar Utama Bursa Efek Praha diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan yang diaudit sesuai dengan IAS/ IFRS.
  • Prancis : Dasar utama aturan akuntansi di prancis adalah hokum akuntansi 1983 dan dekrit akuntansi 1983, yang membuat plan comptable general wajib digunakan oleh seluruh perusahaan.
Perancis merupakan penyokong paling utama dunia dalam kesamaan akuntansi nasional. Menteri ekonomi nasional Perancis menyetujui Plan Comptable General (Undang-Undang Akuntansi Nasional) yang berisi:
a. Tujuan dan prinsip laporan dan akuntansi keuangan
b. Definisi asset, uutang, ekuitas pemegang saham, pendapatan, dan pengeuaran
c. Aturan-aturan valuasi dan pengakuan
d. Daftar akun, persyaratan penggunaannya, dan persyaratan tata buku lainnya yang telah       distandarisasi
e. Contoh laporan keuangan dan peraturan presentasinya.


Patokan Akuntansi

Semua perusahan Perancis harus mengikuti regulasi tetap dari ketentuan pada tingkat perusahaan pribadi. Akuntansi untuk perusahaan pribadi merupakan dasar hukum untuk membagikan deviden dan menghitung penghasilan wajib pajak. Terdapat beberapa pengecualian, aturan Perancis mengenai laporan keuangan gabungan yang mengikuti pendekatan isi pokok laporan kewajaran penyajian daripada bentuknya. Pengecualian tersebut yani bawa utang untuk kepentingan pasca pekerjaan tidak harus diakui dan pinjaman keuangan tidak perlu dikapitalisasi.
  • Jerman : Hukum perusahaan tahun 1965 mengubah system pelaporan keuangan Jerman dengan mengarah pada ide ide Inggris-Amerika ( tetapi hanya berlaku bagi perusahaan besar ).
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Sebelum tahun 1998, Jerman tidak memiliki fungsi penetapan standar akuntansi keuangan sebagaimana yang dipahami di negara-negara berbahasa Inggris. Undang-undang tentang Pengendalian dan Transparansi tahun 1998 memperkenalkan keharusan bagi Kementrian Kehakiman untuk mengakui badan swasta yang menetapkan standar nasional untuk memenuhi tujuan berikut : 
  1. Mengembangkan rekomendasi atas penerapan standar akuntansi dalam laporan keuangan konsolidasi.
  2. Memberikan nasehat kepada Kementrian Kehakiman atas legislasi akuntansi yang baru.
  3. Mewakili jerman atas organisasi akuntansi Internasional, seperti IASB.

Pelaporan Keuangan

Ada 3 kelompok ukuran – kecil, menengah, besar – yang didefinisikan dalam jumlah dalam neraca, umlah penjualan per tahun, dan jumlah karyawan. Undang-undang akuntansi tahun 1985 secara khusus menetukan isi dan bentuk laporan keuangan, yang meliputi :
  1. Neraca.
  2. Laporan Keuangan. 
  3. Catatan atas Laporan Keuangan. 
  4. Laporan Manajemen.
  5. Laporan Auditor
  • Belanda :  Di Belanda akuntansi dianggap sebagai cabang dari ekonomi usaha.
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Belanda memiliki undang-undang akuntansi dan persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas tapi standar praktik profesional yang sangat tinggi. Belanda merupakan negara hukum, namun akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar. Pelaporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua aktivitas terpisah. Lebih lanjut lagi, orientasi kewajaran berkembang tanpa adanya pengaruh dari pasar saham.

Laporan Keuangan

Kualitas pelaporan keuangan Belanda sangat seragam. Laporan keuangan wajib harus disusun dalam bahasa Belanda,  namun dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman dapat diterima. Laporan keuangan harus memuat Neraca, Laporan Laba Rugi, Catatan-catatan, Laporan Direksi, dan Informasi lain yang direkomendasikan. Laporan arus kas tidak diwajibkan, tetapi direkomendasikan oleh sebuah tuntunan dewan dan kebanyakan perusahaan Belanda membuatnya. Catatan laporan keuangan harus menjelaskan prinsip akuntansi yang digunakan dalam penilaian dan penetapan hasil dan alasan-alasan dibalik setiap perubahan akuntansi yang dilakukan. Laporan direksi mengevaluasi posisi keuangan pada tanggal neraca dan kinerja selama tahun keuangan.

Pengukuran Akuntansi

Fleksibilitas Belanda dalam pengukuran akuntansi dapat dilihat dengan diperbolehkannya penggunaan nilai kini untuk aktiva berwujud seperti persediaan dan aktiva yang disusutkan. Karena perusahaan-perusahaan Belanda memiliki fleksibilitas dalam menerapkan aturan pengukuran, dapat diduga bahwa terdapat kesempatan untuk melakukan perataan laba. Pos-pos tertentu dapat mengabaikan laporan laba rugi dan langsung disesuaikan terhadap cadangan dalam ekuitas pemegang saham. Hal ini antara lain :
  1.       Kerugian akibat bencana yang tidak mungkin atau tidak umum diasuransikan
  2.       Kerugian akibat nasionalisasi atau sejenis penyitaan lainnya
  3.       Konsekuensi akibat restrukturisasi keuangan
  • Inggris : Akuntansi di Inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan secara pragtis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. 
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Akuntansi di Inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan secara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Warisan akuntansi Inggris bagi dunia sangat penting. Inggris merupakan Negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Konsep penyajian hasil dan posisi keuangan yang wajar (pandangan yang benar dan wajar) juga berasal dari Inggris.

Laporan Keuangan

Pelaporan keuangan Inggris termasuk yang paling komperhensif di dunia. Laporan keuangan umumnya mencakup : Laporan direksi, Laporan laba dan rugi dan neraca, Laporan arus kas, Laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui, Laporan kebijakan akuntansi, Catatan atas referensi dalam laporan keuangan dan Laporan auditor.

IFRS dalam Uni Eropa

Pada thun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untuk mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan merek yang dimulai pada tahun 2005. Negara-negara anggota dibebaskan untuk memperluas persyaratan ini bagi semua perusahaan, bukan hanya perusahaan yang terdaftar tetapi termasuk laporan keuangan perusahaan lain.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan IFRS terdiri atas neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas (atau laporan laba rugi dan pengeluaran yang diakui), dan catatan penjelasan. Ungkapan catatan harus mencakup:
  • Kebijakan Akuntansi yang diikuti.
  • Penilaian yang dibuat oleh manajemen dalam menerapkan kebijakan akuntansi yang penting. 
  • Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber-sumber penting tentang ketidakpastian estimasi.
SUMBER :
http://www.slideshare.net/ellvinnairvan/akuntansi-internasional-bab-iii-akuntansi-komparatif-eropa
http://nurinaamalia23.blogspot.co.id/2016/03/akuntansi-internasional-bab-3.html

Akuntansi Internasional Bab 2

AKUNTANSI INTERNASIONAL BAB 2


 Perkembangan Akuntansi Internasional
Awalnya, Kronologi akuntansi berikut ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuanya untuk diterapkan dari satu kondisi ke kondisi lainnya sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan teres-menerus dalam bidang teori dan praktik di seluruh dunia. Sebagai permulaan, sistem pembukuan berpasangan (double-entry bookkreping), yang umumnya dianggap sebagai awal penciptaan akuntansi, berawal dari negara-negara kota di Italia pida abad ke-14 dan 15.
”Pembukuan Italia” kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang pada zaman Fugger dan Kelompok Hanseatik. Pada waktu yang hampir bersamaan, para filsuf hitvis di Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodik dan aparat pemerintah di Prancis menemukan keuntungan menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah. Tahun 1850-an duble-entry book keeping mencapai kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntan publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris thn 1870-an. Selain itu model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia, sistem akuntansi Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika di bawah pemerintahan Perancis. Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan Kekaisaran Rusia.
Pada abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian akuntansi diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruh akuntansi semakin di dunia barat. 

Perkembangan tersebut meliputi hal-hal berikut ini : 
1.     Sekitar abad ke-16 terjadi beberapa perubahan di dalam teknik-teknik pembukuan. Perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkan jurnal-jurnal khusus untuk pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda.
2.     Pada abad ke-16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodik. Sebagai tambahan lagi, di abad ke-17 dan abad ke-18 terjadi evolusi pada personifikasi dari seluruh akun dan transaksi, sebagai suatu usaha untuk merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang tidak pasti hubungannya dan abstrak.
3.     Penerapan sistem pencatatan berpasangan juga diperluas ke jenis-jenis organisasi yang lain.
4.     Abad ke-17 juga mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persediaan yang terpisah untuk jenis barang yang berbeda.
5.     Dimulai dengan East India Company di abad ke-17 dan selanjutnya diikuti dengan perkembangan dari perusahaan tadi, seiring dengan revolusi industri, akuntansi mendapatkan status yang lebih baik, yang ditunjukkan dengan adanya kebutuhan akan akuntansi biaya, dan kepercayaan yang diberikan kepada konsep-konsep mengenai kelangsungan, periodisitas, dan akrual.
6.     Metode-metode untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi pada abad ke-18.
7.     Sampai dengan awal abad ke-19, depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan pada barang dagangan yang tidak terjual.
8.     Akuntansi biaya muncul di abad ke-19 sebagai sebuah hasil dari revolusi industri.
9.     Pada paruh terakhir dari abad ke-19 terjadi perkembangan pada teknik-teknik akuntansi untuk pembayaran dibayar di muka dan akrual, sebagai cara untuk memungkinkan dilakukannya perhitungan dari laba periodik.
10.  Akhir abad ke-19 dan ke-20 terjadi perkembangan pada laporan dana.
11.  Di abad ke-20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk isu-isu kompleks, mulai dari perhitungan laba per saham, akuntansi untuk perhitungan bisnis, akuntansi untuk inflasi, sewa jangka panjang dan pensiun, sampai kepada masalah penting dari akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa keuangan (financial engineering).

Ada 8 (delapan) factor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional:
1.      Sumber pendanaan
2.      Sistem Hukum
3.      Perpajakan
4.      Ikatan Politik dan Ekonomi
5.      Inflasi
6.      Tingkat Perkembangan Ekonomi
7.      Tingkat Pendidikan
8.      Budaya

 Klasifikasi Akuntansi Internasional
Terdapat dua pendekatan untuk klasifikasi sistem akuntansi yaitu :
1. Pendekatan deduktif, berkaitan dengan pendekatan ini ada empat pendekatan dalam pengembangan akuntansi.
  •   Macroeconomic Pattern, Akuntansi untuk bisnis berhubungan erat dengan kebijakan perekonomian nasional. 
  •   Microeconomic Pattern, Akuntansi dipandang sebagai cabang ekonomi bisnis. Konsep utamanya adalah bagaimana memepertahankan investasi modal dalam sebuah entitas bisnis.
  •    Independent Dicipline Approach, Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa dan diderivasikan dari praktek bisnis. 
  •    Uniform Accounting Approach, Akuntansi dipandang sebagai alat yang efisien untuk administrasi dan kontrol.
2.     Pendekatan induktif, Nobes dalam Journal of Business Finance and Accounting (Spring, 1983) mengidentifikasi faktor-faktor yang membedakan sistem akuntansi, yaitu :
  •     Tipe pemakai laporan keuangan yang dipublikasikan
  •         Tingkat kepastian hukum
  •      Peraturan pajak dalam pengukuran
  •      Tingkat konservatisme
  •      Tingkat ketaatan penerapan dalam historical cost
  •      Penyesuaian replacement cost
  •      Praktek konsolidasi
  •      Kemampuan untuk memperoleh provisi
  •      Keseragaman antarperusahaan dalam menerapkan peraturan

Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara, yaitu: dengan pertimbangan dan secara empiris.
Ada 4 (empat) pendekatan terhadap perkembangan akuntansi:
1.     Berdasarkan pendekatan makroekonomi, praktek akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional.
2.     Berdasarkan pendekatan mikroekonomi, akuntansi bekembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Tujuannya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.
3.     Berdasarkan pendekatan independent, akuntansi berasal dari praktek bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.
4.     Berdasarkan pendekatan yang seragam, akuntansi distandariasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak, dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.

Akuntansi juga dapat diklasifikasikan sesuai dengan sistem hukum suatu negara:
1.     Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakteristik berorientasi terhadap ”penyajian wajar”, transparansi dan pengungkapan penuh serta pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Akuntansi hukum umum sering disebut sebagai ”Anglo Saxon”. Akuntansi ini berawal di Inggris dan kemudian diekspor ke negara-negara seperti Australia, Kanada, Hong Kong, India, Malaysia, Pakistan dan Amerika Serikat.
2.     Akuntansi dalam negara-negara hukum kode memiliki karakteristik berorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak. Akuntansi hukum kode sering disebut ”kontinental”, dan kebanyakan ditemukan di negara-negara Eropa Kontinental dan bekas koloni mereka di Afrika, Asia dan Amerika.

Pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi, seperti :
a.      Depresiasi, di mana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi.
b.     Sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap (properti) diperlakukan  seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum).
c.      Pensiun dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat Anda berhenti bekerja (kepatuhan hukum).

Pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaian hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi. Akuntansi hukum umum  berorientasi pada kebutuhan pengambilan keputusan oleh investor luar. Akuntansi kepatuhan hukum dirancang untuk memenuhi ketentuan yang dikenakan pemerintah seperti perhitungan laba kena pajak atau mematuhi rencana ekonomi pemerintah nasional. Setelah tahun 2005, seluruh perusahaan Eropa yang mencatatkan sahamnya akan menggunakan akuntansi penyajian wajar dalam laporan konsolidasinya karena mereka akan menggunakan IFRS.

SUMBER :
http://www.slideshare.net/dewimasita/makalah-akuntansi-internasional

Akuntansi Internasional Bab 1

AKUNTANSI INTERNASIONAL BAB 1

PENDAHULUAN 

·        Akuntansi Internasional di pandang dari Sudut Pandang Sejarah dan Kontemporer

Sudut Pandang Sejarah
 Sistem pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping) Berawal dari negara-negara di kota italia abad ke-14, yang kemudian beralih ke Jerman untuk membantu para pedagang zaman fugger dan kelompok hanseatik. Kemudian para filsuf di belanda mempertajam cara perhitungan pendapatan periodic dan aparat pemerintah di perancis menemukan keuntungan menerapkan keseluruhan system dalam perencanaan dan akuntanbilitas pemerintah. Kemudian sampai ke pulau inggris. Perkembangan inggris membutuhkan system untuk pengelolaan dan pengendalian perusahaan di daerah koloni, dan pencatatan perusahaan colonial diperiksa ulang dan diverifikasi. Pada tahun 1850-an tumbuh masyarakat akuntansi dan pada tahun 1870-an tumbuh suatu profesi akuntansi public yang terorganisasi di skotlandia dan inggris. Abad ke-20 amerika serikat mengalami kerumitan masalah akuntansi, sekolah-sekolah bisnis didirikan di amerika agar membantu perkembangan masalah akuntansi dengan merumuskan bidang-bidang masalah dan diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik sendiri pada berbagai sekolah tinggi dan universitas. Model akuntansi belanda digunakan di Indonesia, model akuntansi prancis digunkan di polinesia dan wilayah-wilayah di afrika, sedangkan pelaporan system jerman digunakan di jepang,swedia dan kekaisaran rusia.

Sudut Pandang Kontemporer
  • Turunnya hambatan perdagangan dan pengendalian modal secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi informasi menjadi factor penambah pentingnya mempelajari akuntansi internasional. 
  • Pengendalian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing langsung, dan transaksi terkait, menyebabkan hambatan bisnis international menurun.
  • Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi.
  • Hubungan wajar timbal-balik yang menjadi karakter hubungan perusahaan dengan pemasok, perantara dan pelanggan mereka digantikan dengan hubungan kerja sama global dengan pemasok, pemasok dari pemasok,perantara, pelanggan dan pelanggan dari pelanggan.

        Pertumbuhan dan Penyebaran Operasi Multinasional

           Ketika dimasa lalu perdaganga barang lebih unggul dari perdagangan jasa, pada saat ini perdagangan jasa mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dan berkembang cepat. Seperti ekspor impor. Penggabungan pengungkapan semacam itu dari seluruh mnc di seluruh dunia akan menginformasikan bahwa perdagangan saat ini tidak lagi bersifat bilateral atau regional, tetapi sungguh-sungguh bersifat global. Topik akuntansi yang utama berhubungan dengan kegiatan ekspor dan impor adalah akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing. Bisnis internasional melebihi perdagangan luar negri dan meningkatkan asosiasi dengan investasi asing langsing, yang meliputi pendirian manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan menbentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan atau aliansi strategis. Setiap afiliasi harus menyiapkan akun-akunnya sesuai denganprinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum disuatu negara yang menjadi domisili perusahaan untuk memenuhi ketentuan hokum dan perpajakan. Terdapat pilihan mengenai kurs nilai tukar yang digunakan untuk mengonversi akun-akun luar negeri ke dalam satu mata uang pelaporan. Para pembaca laporan bukan lagi hanya pihak domestic, melainkan pihak asing. Pengguna laporan keuangan bukasn hanya pihak eksternal asing, namun pihak internal (manajer keuangan dan akuntansi) juga harusb memahami pengaruh kompleksitas lingkungan pengukuran akuntasi suatu perusahsaan multinasional.Prinsip pelaporan keuangan nasioanal dapat berbeda secara signifikan dari suatu negara lain karena prinsip - prinsip akuntansi tersebut dibentuk oleh social ekonomi yang berbeda. selain itu terdapat juga perbedaan kurs nilai mata uang yang digunakan dalam pelaporan. manajer keuangan dan akuntan juga memahami pengaruh komplesitas lingkungan pengukuran akuntansi suatu perusahaan multinational ( multinational enterprise-MNE ). Sebagai contoh, memahami pengaruh perubahan nilai tukar dan tingkat inflasi merupakan hal penting dalam bidang bidang menysun anggaran jangka pendek dan jangka panjang induk perusahaan dan anak-anak perusahaan ( cabang-cabang ), mengukur dan mengevaluasi kinerja unit usaha lokal dan para manajernya, dan membuat keputusanyag berpengruh pada perusahaan secara keseluruhan dalam melakukan alokasi modal investasi dan laba ditahan dan sebagainya.

        Inovasi Global


    Deregulasi pasar keuangan dan pengendalian modal yang terus dilakukan menyebabkan kerentanan harga komoditas, valuta asing, kredit dan ekuitas. Tujuan aktivitas perusahaan dalam mengidentifikasi risiko yang mereka hadapi berasal dari kerentanan tersebu, memutuskan risiko mana yang perlu dilindungi dan mengevaluasi hasil strategi manajemen risiko yang dijalankan. investor dan pemegang saham perusahaan mengharapkan manajer keuangan untuk mengidentifikasi dan secara aktif mengelola eksposur yang timbul. Pada saat yang bersamaa, kemajuan dalam teknologi keuangan memungkinkan pergeseran risiko keuangan kepada pundak orang lain.

Kompetisi Global

Faktor lain yang turut menyumbangkan semakin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. penentuan acuan, suatu tindakan untuk embandingkan kinerja satu pihak dengan standar yang memadai bukanlah hal yang baru, yang baru adalah standar perbandingan yang digunakan kinni melampaui batas-batas nasional, seseorang harus berhati-hati untk memastikan bahwa perbandingan yang dilakukan benar-benar dapat dibandingkan. Sebagai contoh, satu alat ukut kinerja yang sering digunakan adalah penembalian atas ekuitas (Return on equity-ROE).


·        Merger dan Akuisisi Lintas Batas Negara

             Akuntansi memainkan peranan penting dalam mega konsolidasi, karena angka- angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian perusahaan. Sebagai contoh, penuaian perusahaan sering kali didasarkan pada faktor-faktor berbasis harga, seperti rasio harga atas laba (P/E). pendekatan disini adalah untuk menurunkan rata-rata faktor P/E untuk perusahaan yang sebanding dalam industri dan menerapkan faktor ini atas laba yang dilaporkan oleh persahaan yang sedang dinilai untk menghasilkan harga tawaran yang memadai. Tawaran atas target akuisisi asing sejauh apa faktor E (Laba -earnings) Dalam ukuran P/E ini merupakan refleksi sesungguhnya dari perbedaan pengukuran akuntansi. Perbedaan pengukuran akuntansi dapat menimbulkan arena bermain yang tidak sebanding dalam pasar untuk memperoleh kendali perusahaan. 
     1. Amerika Utara
        Ekonomi AS dan pasar sahamnya mengalami pertubuhan tanpa henti selama tahun 1990-an. Relative pentingnya Amerika Utara dalam pasar ekuitas global juga meningkat.
      2. Asia Pasifik
          Harga akhir-akhir ini, banyak ahli yang memperkirakan Asia akan menjadi wilayah pasar ekuitas keda terpenting.
      3. Eropa
          Eropa adalah wilayah pasar equitas terbesar kedua didunia dalam hal kapitalisasi pasar dan volume perdagangan.
·     
SUMBER :
http://www.slideshare.net/ellvinnairvan/akuntansi-internasional-bab-i-pendahuluan
http://www.slideshare.net/rizalariza1/akuntansi-internasional-rangkuman